Friday, June 7, 2013

9 Jenis Racun Rohani

Di dalam dunia yang semakin dicemari oleh berbagai jenis polusi ini, ada begitu banyak racun yang mengakibatkan berbagai-bagai jenis penyakit. Semakin hari semakin bertambah jenis dan dampak buruknya.

Tetapi dunia ini bukan habullionnya mengalami pencemaran yang bersifat jasmani saja, ada juga pencemaran yang bersifat rohani. Karena dunia ini semakin dicemari oleh dosa, maka ada pula racun-racun yang bersifat rohani bagi umat manusia. Ini yang seringkali tidak mendapatkan perhatian kita. Apa saja jenis racun rohani itu?

Racun-racun rohani itu antara lain: kebencian, dukacita, kekuatiran, ketidak-sabaran, keserakahan, kejahatan, ketidak-setiaan, egoisme, ketidak-mampuan untuk menguasai diri.

Mungkin dunia menawarkan banyak cara untuk mengatasinya, tetapi tidak ada solusi yang permanen dengan cara2 dunia, karena semua itu disebabkan oleh benih dosa (kutuk dosa) dalam sifat daging setiap manusia. Masalah rohani / spiritual seperti itu, tentu harus diatasi dengan cara rohani / spiritual pula.

Alkitab menawarkan solusinya, yaitu: hasilkan buah-buah Roh, itulah antibodi terbaik bagi umat manusia untuk menghadapi setiap jenis racun rohani tersebut.

“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” (Gal. 5:22-23)

1. Kebencian, kepahitan, kemunafikan – antibodinya: Kasih.
2. Dukacita, self-pity – antibodinya: Sukacita.
3. Kekuatiran, stress, depresi – antibodinya: Damai sejahtera
4. Ketidak-sabaran – antibodinya: Kesabaran.
5. Keserakahan (tamak), kikir, cinta uang – antibodinya: Kemurahan
6. Kejahatan – antibodinya: Kebaikan
7. Ketidak-setiaan, perselingkuhan, seks bebas – antibodinya: Kesetiaan
8. Kekasaran, suka memaksakan kehendak sendiri, egois, kesombongan – antibodinya: Kelemahlembutan.
9. Lepas kontrol, tidak dapat menguasai diri, dikontrol oleh keinginan daging – antibodinya: Penguasaan diri

Namun tidak ada satupun dari buah-buah Roh itu yang dapat dihasilkan dengan cara2 dunia, baik itu oleh pendidikan moral, etika, ajaran agama, maupun mengandalkan kekuatan manusia, sebab semua itu tidak dapat mengobati rohani yang diakibatkan oleh dosa.

Tidak ada manusia yang bisa menyelesaikan sendiri masalah dosa tanpa pertolongan Tuhan, karena dosa adalah masalah rusaknya hubungan antara manusia dengan Tuhan.

Buah-buah Roh merupakan karya Roh Kudus di dalam pribadi manusia yang sudah mengalami kelahiran baru dalam Kristus Yesus.

Tidak ada pengampunan dosa tanpa kelahiran baru. Tanpa pengampunan dosa, tidak ada buah-buah Roh. Jalan satu-satunya adalah terima dahulu pengampunan dosa oleh Tuhan melalui kelahiran baru.

Caranya: akui Yesus Kristus sebagai Tuhan & Juruselamat, terima penebusan dosa kita lewat kematianNya di atas salib, terima Roh Kudus berdiam di dalam hati kita dan jalani hidup baru dalam persekutuan yang intim dengan Dia.

Setiap kali kita menghadapi konflik, rintangan, dan berbagai masalah, jangan hadapi sendiri lagi, tetapi sertakan Roh Kudus dalam setiap problema kehidupan Anda, praktekkan Firman Tuhan, maka Ia akan melahirkan buah-buah Roh itu bagi Anda.

Menurut pandangan saya, detoxifikasi racun rohani itu seperti proses pemurnian emas. Setiap umat Tuhan yang sudah ditebus oleh darah Yesus, adalah emas yang rohani. Alami pemurnian lewat kuasaNya, sehingga setiap kita menjadi seperti emas murni, semakin indah dan berharga di mataNya.

Tuhan Yesus memberkati.

Hidup Dipimpin Roh Kudus

Ada sebagian orang berpendapat bahwa mengikut Yesus mudah dan caranyapun mudah, yaitu cukup percaya Tuhan, terima Tuhan, langsung beroleh keselamatan, masuk surga. Apakah benar kehidupan mengikut Tuhan cukup sampai disitu? Dan apakah setelah kita percaya kita bebas berbuat sesuka
 hati kita?

Dalam Roma 3:10 dikatakan,” Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.”

Dalam Roma 3:23 dikatakan,” Semua orang telah berbuat dosa dan
kehilangan kemuliaan Allah.”

Dan kita tahu semenjak manusia jatuh dalam dosa, tidak ada satu orangpun yang sempurna dan kecenderungannya adalah berbuat dosa.

Roma 6:23 mengatakan,”Upah dosa ialah maut, tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus Tuhan kita.”

Karena kecenderungan manusia berbuat dosa dan upah dosa yang adalah maut, Allah berinisiatif mengirim anakNya Yesus Kristus untuk mati disalib menebus dosa manusia. Inilah kasih Allah dan seharusnya semua manusia yang percaya hidup dipimpin oleh Roh Kudus dan tidak lagi mengikuti keinginan daging.

Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Galatia supaya mereka hidupnya dipimpin oleh Roh dan bukan dikuasai oleh kedagingan. Dalam surat Galatia ini Paulus banyak menggunakan istilah khususnya dalam Gal 5:16-26 disana ada dibahas 2 istilah:

1. Hidup oleh Roh -- mengikuti keinginan Roh.

2. Hidup dikuasai oleh kedagingan.
Saya akan menjelaskan istilah demi istilah. Hidup oleh Roh maksudnya adalah seseorang yang sudah percaya kepada Tuhan harusnya menunjukkan kehidupan yang berbeda dari sebelum dia kenal Tuhan, ada perubahan yang mengarah kepada perubahan positif.
Gal 5:16 ;  hiduplah oleh Roh supaya apa? supaya tidak menuruti keinginan daging. Keinginan daging adalah hawa nafsu yang ingin mengikuti keinginan duniawi dan mengesampingkan perintah Tuhan. Orang yang hidup oleh Roh tahu dan mengerti apa yang harus dilakukan apakah menyenangkan hati Tuhan atau tidak, dan hidup dipimpin oleh Roh.

2. Hidup dikuasai kedagingan maksudnya hidup yang dikuasai hawa nafsu dan mementingkan keinginan diri sendiri dan mengesampingkan perintah Allah. Orang yang hidup dikuasai kedagingan akan menghasilkan perbuatan-perbuatan yang menyakiti Tuhan seperti percabulan, hawa nafsu, perselisihan, dan lainnya ( Gal 5:19-21).

Paulus menghimbau setelah kita percaya Tuhan kita bisa meninggalkan keinginan daging dan tunduk pada Roh Kudus, hidup dipimpin oleh Roh Kudus, memuliakan namaNya, sehingga menghasilkan buah Roh yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kebaikan, kemurahan, dan lainnya.( Gal 5:22-23)

Biarlah setelah kita kenal Tuhan, hidup kita tidak seperti yang dulu tapi ada perubahan di dalamnya, yang tadinya sebelum kenal Tuhan suka marah, sekarang tidak lagi menjadi penyabar dan menjadi kemuliaan bagi
nama Tuhan. Amin.
Source: