Sunday, July 21, 2013

RETREAT PPA ANUGERAH

Semua Foto Retreat PPA IO-958 "Anugerah" GKMI Kudus ada di link di bawah ini.
Di Blog ini hanya ada beberapa saja.
Selebihnya ada di sini.









































Tuesday, June 11, 2013

Perpuluhan


Sebelum kita mulai mengeluarkan uang, kita haruslah menghormati Tuhan dengan memberikan bagianNya terlebih dahulu. Ada dalam Alkitab,“ Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu.” (Amsal 3:9)

Bagian manakah dari penghasilan kita yang Tuhan minta sebagai milikNya? Ada dalam Alkitab,“ Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN.” (Imamat 27:30)

Perpuluhan adalah cara untuk mengajar kita bahwa Allah adalah prioritas nomor satu di dalam hidup kita. Ada dalam Alkitab,“ "Haruslah engkau benar-benar mempersembahkan sepersepuluh dari seluruh hasil benih yang tumbuh di ladangmu, tahun demi tahun. Di hadapan TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya untuk membuat nama-Nya diam di sana, haruslah engkau memakan persembahan persepuluhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu, supaya engkau belajar untuk selalu takut akan TUHAN, Allahmu” (Ulangan 14 : 22-23)

Bagaimanakah perpuluhan digunakan pada masa lalu di Israel? Ada dalam Alkitab,“, “Mengenai bani Lewi, sesungguhnya Aku berikan kepada mereka segala persembahan persepuluhan di antara orang Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang dilakukan mereka, pekerjaan pada Kemah Pertemuan” (Bilangan 18: 21)

Kristus melegitimasikan perpuluhan. Ada dalam Alkitab,“ Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan” (Matius 23:23)

Bagaimanakah Paulus mengatakan bahwa pelayanan Berita Kebenaran perlu ditunjang? Ada dalam Alkitab,“ Alkitab mengatakan di dalam, Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu? Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu. (1 Korintus 9 : 13-14

Pada dasar fundamental apakah kewajiban untuk membayar perpuluhan itu? Ada dalam Alkitab,“ Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya” (Mazmur 24:1) “

Darimanakah asal kekayaan itu? Ada dalam Alkitab,”Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini” (Ulangan 8:18), “

Selain dari perpuluhan, hal lain apakah yang diminta untuk kita bawa kehadapanNya? Ada dalam Alkitab,” Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya!” (Mazmur 96:8)

Tuhan mengatakan bahwa kita merampok Allah jika kita tidak memberikan perpuluhan dan persembahan kita. Ada dalam Alkitab,“ Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!” (Maleakhi 3:8)

Bagaimanakah anjuran Tuhan bagi kita untuk menguji berkat-berkat yang Ia janjikan? Ada dalam Alkitab,“ “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan” (Maleakhi 3:10)

Berikan dengan hati yang penuh suka cita, karena engkau ingin menyenangkan Tuhan. Ada dalam Alkitab,“ Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita” (II Korintus 9:7)

Tuhan mengatakan bahwa pemberianmu haruslah merefleksikan dengan sejujurnya apa yang telah diberikan kepadamu. Ada dalam Alkitab,“tetapi masing-masing dengan sekedar persembahan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu." (Ulangan 16:17)

Screenshot:

Persembahan

Allah senang dengan persembahan pribadi. Ada dalam Alkitab,”Maka datanglah mereka, baik laki-laki maupun perempuan, setiap orang yang terdorong hatinya, dengan membawa anting-anting hidung, anting-anting telinga, cincin meterai dan kerongsang, segala macam barang emas; demikian juga setiap orang yang mempersembahkan persembahan unjukan dari emas bagi TUHAN” (Keluaran 35:22).

Allah senang apabila kita memberi persembahan dengan murah hati. Ada dalam Alkitab,”Beberapa kepala kaum keluarga, tatkala datang ke rumah TUHAN yang di Yerusalem, mempersembahkan persembahan sukarela guna pembangunan rumah Allah pada tempatnya semula. Mereka memberi sumbangan sekadar kemampuan mereka untuk perbendaharaan guna pekerjaan itu sebanyak enam puluh satu ribu dirham emas, lima ribu mina perak dan seratus helai kemeja imam” (Ezra 2:68-69). “Ada pemimpin yang sanggup memberikan dengan murah hati untuk pembangunan Bait Allah, dan masing-masing memberi sebanyak mungkin. Jumlah pemberian mereka sebanyak $300 ribu emas dan $ 170 ribu perak, dan 100 jubah untuk imam-imam” (TLB).

Allah senang dengan persembahan pengorbanan secara tetap. Ada dalam Alkitab,”Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan” (2 Korintus 8:2).

Kemurahan-hati membutuhkan persiapan dan perencanaan. Ada dalam Alkitab,”Pada waktu kamu menuai hasil tanahmu, janganlah kausabit ladangmu habis-habis sampai ke tepinya, dan janganlah kaupungut apa yang ketinggalan dari penuaianmu. Juga sisa-sisa buah anggurmu janganlah kaupetik untuk kedua kalinya dan buah yang berjatuhan di kebun anggurmu janganlah kaupungut, tetapi semuanya itu harus kautinggalkan bagi orang miskin dan bagi orang asing; Akulah TUHAN, Allahmu” (Imamat 19:9-10).

Memberi persembahan dapat menjadi suatu tindakan perbaktian. Ada dalam Alkitab,”Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur” (Matius 2:11).

Persembahan seharusnya diberikan dengan sukarela. Ada dalam Alkitab,”Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita” (2 Korintus 9:7).

Setiap orang seharusnya memberi sesuai kesanggupan. Ada dalam Alkitab,”Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu” (2 Korintus 8:12).

Banyak yang dimintakan dari orang-orang yang telah mendapat banyak. Ada dalam Alkitab, ”Tetapi barang siapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut” (Lukas 12:48).

Memberi perpuluhan dan persembahan menjamin berkat-berkat Allah. Ada dalam Alkitab, ”Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan” Maleakhi 3:8, 10).

Kemurahan-hati akan kembali kepada si pemberi. Ada dalam Alkitab,”Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu” (Lukas 6:38).

Allah adalah teladan utama dalam soal memberi. Ada dalam Alkitab,”Karena Allah begitu mengasihi manusia di dunia ini, sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan mendapat hidup sejati dan kekal” (Yohanes 3:16).

Source:

Friday, June 7, 2013

9 Jenis Racun Rohani

Di dalam dunia yang semakin dicemari oleh berbagai jenis polusi ini, ada begitu banyak racun yang mengakibatkan berbagai-bagai jenis penyakit. Semakin hari semakin bertambah jenis dan dampak buruknya.

Tetapi dunia ini bukan habullionnya mengalami pencemaran yang bersifat jasmani saja, ada juga pencemaran yang bersifat rohani. Karena dunia ini semakin dicemari oleh dosa, maka ada pula racun-racun yang bersifat rohani bagi umat manusia. Ini yang seringkali tidak mendapatkan perhatian kita. Apa saja jenis racun rohani itu?

Racun-racun rohani itu antara lain: kebencian, dukacita, kekuatiran, ketidak-sabaran, keserakahan, kejahatan, ketidak-setiaan, egoisme, ketidak-mampuan untuk menguasai diri.

Mungkin dunia menawarkan banyak cara untuk mengatasinya, tetapi tidak ada solusi yang permanen dengan cara2 dunia, karena semua itu disebabkan oleh benih dosa (kutuk dosa) dalam sifat daging setiap manusia. Masalah rohani / spiritual seperti itu, tentu harus diatasi dengan cara rohani / spiritual pula.

Alkitab menawarkan solusinya, yaitu: hasilkan buah-buah Roh, itulah antibodi terbaik bagi umat manusia untuk menghadapi setiap jenis racun rohani tersebut.

“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” (Gal. 5:22-23)

1. Kebencian, kepahitan, kemunafikan – antibodinya: Kasih.
2. Dukacita, self-pity – antibodinya: Sukacita.
3. Kekuatiran, stress, depresi – antibodinya: Damai sejahtera
4. Ketidak-sabaran – antibodinya: Kesabaran.
5. Keserakahan (tamak), kikir, cinta uang – antibodinya: Kemurahan
6. Kejahatan – antibodinya: Kebaikan
7. Ketidak-setiaan, perselingkuhan, seks bebas – antibodinya: Kesetiaan
8. Kekasaran, suka memaksakan kehendak sendiri, egois, kesombongan – antibodinya: Kelemahlembutan.
9. Lepas kontrol, tidak dapat menguasai diri, dikontrol oleh keinginan daging – antibodinya: Penguasaan diri

Namun tidak ada satupun dari buah-buah Roh itu yang dapat dihasilkan dengan cara2 dunia, baik itu oleh pendidikan moral, etika, ajaran agama, maupun mengandalkan kekuatan manusia, sebab semua itu tidak dapat mengobati rohani yang diakibatkan oleh dosa.

Tidak ada manusia yang bisa menyelesaikan sendiri masalah dosa tanpa pertolongan Tuhan, karena dosa adalah masalah rusaknya hubungan antara manusia dengan Tuhan.

Buah-buah Roh merupakan karya Roh Kudus di dalam pribadi manusia yang sudah mengalami kelahiran baru dalam Kristus Yesus.

Tidak ada pengampunan dosa tanpa kelahiran baru. Tanpa pengampunan dosa, tidak ada buah-buah Roh. Jalan satu-satunya adalah terima dahulu pengampunan dosa oleh Tuhan melalui kelahiran baru.

Caranya: akui Yesus Kristus sebagai Tuhan & Juruselamat, terima penebusan dosa kita lewat kematianNya di atas salib, terima Roh Kudus berdiam di dalam hati kita dan jalani hidup baru dalam persekutuan yang intim dengan Dia.

Setiap kali kita menghadapi konflik, rintangan, dan berbagai masalah, jangan hadapi sendiri lagi, tetapi sertakan Roh Kudus dalam setiap problema kehidupan Anda, praktekkan Firman Tuhan, maka Ia akan melahirkan buah-buah Roh itu bagi Anda.

Menurut pandangan saya, detoxifikasi racun rohani itu seperti proses pemurnian emas. Setiap umat Tuhan yang sudah ditebus oleh darah Yesus, adalah emas yang rohani. Alami pemurnian lewat kuasaNya, sehingga setiap kita menjadi seperti emas murni, semakin indah dan berharga di mataNya.

Tuhan Yesus memberkati.

Hidup Dipimpin Roh Kudus

Ada sebagian orang berpendapat bahwa mengikut Yesus mudah dan caranyapun mudah, yaitu cukup percaya Tuhan, terima Tuhan, langsung beroleh keselamatan, masuk surga. Apakah benar kehidupan mengikut Tuhan cukup sampai disitu? Dan apakah setelah kita percaya kita bebas berbuat sesuka
 hati kita?

Dalam Roma 3:10 dikatakan,” Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.”

Dalam Roma 3:23 dikatakan,” Semua orang telah berbuat dosa dan
kehilangan kemuliaan Allah.”

Dan kita tahu semenjak manusia jatuh dalam dosa, tidak ada satu orangpun yang sempurna dan kecenderungannya adalah berbuat dosa.

Roma 6:23 mengatakan,”Upah dosa ialah maut, tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus Tuhan kita.”

Karena kecenderungan manusia berbuat dosa dan upah dosa yang adalah maut, Allah berinisiatif mengirim anakNya Yesus Kristus untuk mati disalib menebus dosa manusia. Inilah kasih Allah dan seharusnya semua manusia yang percaya hidup dipimpin oleh Roh Kudus dan tidak lagi mengikuti keinginan daging.

Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Galatia supaya mereka hidupnya dipimpin oleh Roh dan bukan dikuasai oleh kedagingan. Dalam surat Galatia ini Paulus banyak menggunakan istilah khususnya dalam Gal 5:16-26 disana ada dibahas 2 istilah:

1. Hidup oleh Roh -- mengikuti keinginan Roh.

2. Hidup dikuasai oleh kedagingan.
Saya akan menjelaskan istilah demi istilah. Hidup oleh Roh maksudnya adalah seseorang yang sudah percaya kepada Tuhan harusnya menunjukkan kehidupan yang berbeda dari sebelum dia kenal Tuhan, ada perubahan yang mengarah kepada perubahan positif.
Gal 5:16 ;  hiduplah oleh Roh supaya apa? supaya tidak menuruti keinginan daging. Keinginan daging adalah hawa nafsu yang ingin mengikuti keinginan duniawi dan mengesampingkan perintah Tuhan. Orang yang hidup oleh Roh tahu dan mengerti apa yang harus dilakukan apakah menyenangkan hati Tuhan atau tidak, dan hidup dipimpin oleh Roh.

2. Hidup dikuasai kedagingan maksudnya hidup yang dikuasai hawa nafsu dan mementingkan keinginan diri sendiri dan mengesampingkan perintah Allah. Orang yang hidup dikuasai kedagingan akan menghasilkan perbuatan-perbuatan yang menyakiti Tuhan seperti percabulan, hawa nafsu, perselisihan, dan lainnya ( Gal 5:19-21).

Paulus menghimbau setelah kita percaya Tuhan kita bisa meninggalkan keinginan daging dan tunduk pada Roh Kudus, hidup dipimpin oleh Roh Kudus, memuliakan namaNya, sehingga menghasilkan buah Roh yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kebaikan, kemurahan, dan lainnya.( Gal 5:22-23)

Biarlah setelah kita kenal Tuhan, hidup kita tidak seperti yang dulu tapi ada perubahan di dalamnya, yang tadinya sebelum kenal Tuhan suka marah, sekarang tidak lagi menjadi penyabar dan menjadi kemuliaan bagi
nama Tuhan. Amin.
Source: